Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 4

Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 4by adminon.Cerita Sex The Bastian’s Holiday – Part 4The Bastian’s Holiday – Part 4 Introduce THE NEIGHBOUR By : Marucil Tetangga adalah keluarga terdekat yang kita miliki. Maka Hargailah tetangga kita seperti kita menghargai keluarga sendiri. Keluargaku tinggal disebuah perumahan dibilangan Menteng Jakarta pusat. Permuahan yang terbilang cukup elite bila kita lihat jenis pekerjaan para warga disini. Rata rata yang tinggal diperumahan ini […]


tumblr_nqnrz4eP9E1u0zpsgo8_1280tumblr_nb335aObfY1ri2b44o6_500 tumblr_nrt95zAlKg1uycoqxo3_1280The Bastian’s Holiday – Part 4

Introduce
THE NEIGHBOUR
By : Marucil

Tetangga adalah keluarga terdekat yang kita miliki. Maka Hargailah tetangga kita seperti kita menghargai keluarga sendiri.

Keluargaku tinggal disebuah perumahan dibilangan Menteng Jakarta pusat. Permuahan yang terbilang cukup elite bila kita lihat jenis pekerjaan para warga disini. Rata rata yang tinggal diperumahan ini adalah mereka yang haus akan kerjaan. Tidak kenal tetangga samping kanan kiri depan belakang, apalagi tetangga yang letaknya berjauhan. Tetapi tidak dengan keluargaku. Papah terkenal orang yang mudah sekali berbaur. Dimata tetangga dia adalah orang yang sangat baik dan ramah terhadap warga sekitar. Bahkan tak hanya kepada warga komplek saja. Warga dari perkampungan yang tak jauh dari perumahan kami saja mengenal papa. Ya selain homoris dia memang orang yang sangat peka terhadap lingkungan sosial.

Unit rumah di kompleks ini memang jarang yang berpagar. Hal itu membuat antar sesama warga dapat hidup berdekatan dan berdampingan. Jadi bila satu warga mendapat masalah akan sangat mudah diketahui oleh tetangga lainya.

Kami memiliki tetangga yang sangat dekat dengan keluargaku. Rumahnya persih disebelah kanan rumahku. Sebuah keluarga kecil sangat ramah terhadap kami. Rendra adalah kepala keluarganya, ia memiliki Istri dan 2 orang anak. Mas Hendrik biasa aku menyapanya seperti itu, dia memiliki pekerjaan yang sangat gemilang dibidang Bea dan Cukai. Istrinya Mba Melanie juga bekerja sebagai Akuntan disebuah bank swasta. Mereka sudah cukup lama bertetangga dengan kami kira kira sekitar 6 tahun yang lalu mereka pindah disebelah rumahku.

Mas Hendrik dan Mba Melanie memiliki dua orang anak, anak pertama mereka bernama Melly masih duduk dibangku SMP dan Bryan yang masih duduk dikelas 4 SD. Bryan sangat dekat denganku, karena memang Mba Melanie kerap menitipkan Bryan dirumahku ketika ia bekerja. Aku senang senang saja ketika harus dimintai tolong untuk mengasuh Bryan karena dia sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Sebagai anak tunggal kehadiran seorang Adik memang sebuah hadiah besar.

_______________________________________
Setelah Papa pergi untuk mengantar Mba Icha ditempat hunting foto, Bryan dan Mba Melanie menyapa kami. Bryan terlihat sangat girang ketika mengetahui aku sudah pulang kerumah. Aku segera memeluk dan menggendongnya. Aku sudah sangat rindu padanya, pasti begitu juga dengan Bryan.

“Loh Mba Mel Hamil lagi yaah?” Tanyaku ketika sadar perut Mba Melanie sudah membesar.

“Kamu sih Bas jarang pulang jadi gak tahu kabarnya kan.”

“Yah bastian kan gak tahu mah?”
“Memang sudah berapa bulan Mba”Tanyaku.

“Ini sudah masuk 7 bulan” jawabnya.

“Wah bakal makin repot dong Mba?”

“Yah mau bagai mana lagi Bas, maunya cuma dua eh kebablasan, yah akhirnya mba Hamil lagi deh.”Sahut Mba Melanie

“Tapi yah gak apa lah kata orang. Kan banyak anak banyaak rejaki, bener kan mah” kataku.

“Iya bener,”jawab mama singkat.

“Nah makanya, bikin dede lagi dong maah, biar aku punya ade beneran” Rayuku sedikit bercanda.

“Kamu ini, wong mama udah tua kayak gini kok yo minta dede, yo ngawur kamu.” Jawab mama sambil ketawa.

“Hehehehe, becanda doang maaah.”
“Ehh mba, si Melly sama Mas Hendik kemana mba?”

“Melly ada didalem gak tahu lagi ngapain dikamarnya.”
“Kalau mas Hendrik kan sekarang kerjanya dipindahin ke Batam”

“Lohh sejak kapan Mba?”

“Yah dari bulan september tahun kemarin, yah mau gimana lagi kalau sudah dirotasi yah gak bisa nolak.” Jawab mba Melanie

“Lah terus kan Mba lagi Hamil, nanti kalau ada apa apa gimana?”

“Itulah gunanya Tetangga Bas, kalau ada kondisi mendesak yah tinggal minta bantuan tetangga dong….” Sambung mama.

“Iya Bas, yah untung ada mama kamu yang nemenin kalau kedokter, yah beruntung lah punya tetangga yang dah kaya saudara sendiri.” Jawab Mba Melanie sambil senyum menatap mama.

“Ohh gitu, iyaa bener bener bener.”

“Eh Bas, sini deh Mba mau minta tolong.”

“Nanti Mba kan ke dokter ditemenin mama kamu, nanti kamu ajak main Bryan yah, soalnya kalau ajak dia Ribet, bentar bentar pasti minta sesuatu.”

“Ahhh beresss itu Mba, serahin aja ke Bastian”

“Makasih loh, mba repotin lagi, mumpung kamu dirumah. Hihi”

_______________________________________

“Ehh Bryan ikut kakak yuk keatas, ada sesuatu yang mau kakak kasih nihh.”

“Haahhh apaan memang kaaak? Pasti mainan?” Tanta Bryan sangat girang.

“Udah ikut ajaa yuuuk” kataku sambil menggandenganya.

Akhirnya aku mengajak Bryan kekamarku aku mengajaknya bermain seperti biasanya. Aku memberikan dia sebuah Action Figure lamaku sebagai Hadiah. Dia sangat senang lalu dengan segera memainkanya. Lama kami bermain hingga akhirnya kami lelah sendiri.

Mama dan Mba Melanie pergi kedokter kandungan untuk memeriksa kondisi kandungan Mba Melanie. Kata Mba Melanie tidak lama, paling sekitar sejam. Tapi yang kutahu sekitar sejam kalau diJakarta akan berubah menjadi Sekitar 3 Jam bahkan lebih, apalagi ini hari minggu, jalanan pasti padat.

Setelah puas bermain bersama Bryan, aku mengajaknya makan. Setelah makan ia mengajaku bermain lagi dikamarku. Aku keluarkan saja semua koleksi mainanku dari lemari, lalu dia bermain sendiri. Tapi tak lama ia akhirnya tertidur, tidur sangat pulasnya. Akhirnya Dia sudah tidur, jadi aku sekarang bisa merokok. Asam sekali mulut ini sedari pagi belum bertemu dengan rokok. Kubuka jendela dan kunyalakan sebatang rokok kesukaanku. Ahhhh nikmatnya. Sembari merokok aku teringat aku belum memberitahukan kabarku kepada Tante Ocha. Lalu segera kuambil handphoneku dan segera menghubunginya.

Beberapa kali aku hubungi tetapi belum ia angkat. Mungkin dia sedang berada jauh dari Hpnya. Tau mungkin dia HPnya ketinggalan. Terus kuhubungi nomor tante hingga 5 kali panggilan, akhirnya pada panggilan keenam tante mengangkatnya juga.

Halooo tantee Sapaku membuka obrolan

Halooo Bastiaan, sudah dirumah?

Sudah kok, ni lagi santai santai saja. Ditanyain mamah tuh tadi katanya mamah dah kangen sama tante kepengen ketemu

Ohh yaa, iya juga tante sama mama kamu sudah lama banget nda ketemu ik. Ya udah nanti Tante Hubungin mama kamu deh. Kamu lagi ngapain sayang, kok baru nelpon sekarang, Icha mana?

ini dititipin anaknya tetangga, jadi dari tadi nemenin main deh. Mba Icha masih motret tadi pagi dia berangkat dianterin papah

uhhh, Bastiannya tante memang baik deh.

Oh ya, Tante sendiri lagi ngapain tanyaku

ehhhhh, Tante lagi di rumah temen, habis dirumah kan sepi gak ada siapa siapa jadi tante keluar dehhh….. jawab Tante agak sedikit ragu,

Ohh gituuu. Tante baru sehari aja Tian udah kangeen nihh Kataku manja.

Hmmm kamu, Tante juga dah kangeen koook
Oh iya Tian map tante nda bias lama yoo, iki gak enak sama temen tante, Nanti Telponan lagi, tante yang nelpon, yaaah dadaaahh

Daaa.

Yaaa elaah dah ditutup ajaaa nih si Tante, tumben tumbennya, biasanya pake mesra mesraan dulu kalau mau nutup obrolan, ahhh bodo ahhh Kataku sembari menutup telpon.

Setelah menutup obrolan dengan Tante, seperti biasa kubalas beberapa Chat dari teman sekedar menanyakan kabarku. Tak lama berchating bosan segera melanda, main Game males, baca komik belum ada komik baru yang kubeli, nonton bokep hmmm, tapi ada Bryan sedang tidur, gimana kalau tiba tiba bangun. Lalu harus ngapain lagi. Mama kayaknya masih lama pulangnya. Mama dan Mba Melanie baru pergi selama satu jam. Lalu apa yah.

Setelah bosan melanda kuputar otak untuk mencari cara mengisi kebosananku. Kubuka lagi aplikasi messenger, ku kirim pesan di Group gang serigala, tapi tak ada satupun dari mereka yang merespon. Pasti mereka lagi pada jalan atau kemana gitu aku gak tahu. Ahaa, kenapa aku gak bbm Bu Arum saja. Oke kukirim pesan melalui Mesenger BBM.

Bastian
. Siang Bu Arum. Apa kabar…

Wah ternyata tidak ada respon juga. Sebelumnya aku juga sempat berchating dengan Eva, namun setelah beberapa balasan ia tidak melanjutkan Chatnya. Kududuk di pinggir Jendela dan kembali kubarak sebatang rokok. Sembari menikmati asap tembakau yang kuhisap ini, kupandangi rimbunya pepohonan yang menghijaukan perumahan dimana aku tinggal. Sudah sangat rimbun sekarang. Hmm kayaknya Joging enak. Tapi hari masih cukup panas, yang ada malah puyeng ntr. Aduuhh

“Aduuhh Ngapain Lagiii yaaah”

Tingdung (Suara Notif BBM)

Ada balasan Chat dari siapa yah kira kira. Segera kuambil Hpku yang tadi kuletakan dimeja. Kubuka Home Screen dan segera masuk kedalam aplikasi Chat favoritku. Yap, ada balasan dari Bu Arum.

Arum Setyaningrum
. Siang juga Nak Bastian, apa kabar.
. Sedang apa? Sudah di Jakarta?

Bastian
. Baik bu, Sudah diJakarta ni Bu, ni sedang santai saja di rumah. Ibu sendiri.

Arum setyaningrum
. Sama saja, saya juga sedang dirumah, Nak Bastian sampai hari apa?

Bastian
. Tadi pagi Bu, oh iya Bu Arum sedang apa yah kalau boleh tahu?

Arum setyaningrum
. Sedang siapkan laporan untuk besok terkait kunjungan kerja saya di Jogja kemarin.

Bastian
. Wah maaf bu saya nda Tahu kalau ibu sedang kerja,

Arum setyaningrum
. Enggak juga, ini juga sudah selesai sebenarnya. Cuma laporan kecil jadi gak terlalu banyak.
. Oh iya Nak Bas sudah cek Email

Bastian
. Email? Maksud ibu?

Arum setyaningrum
. Loh kamu ini gimana? Katanya minta dikirimin foto foto ibu,.
. Itu sudah saya kirim semuanya.

Bastian
. Oh iya, maaf bu lupa malah saya.
. Terimakasih loh jadi ngerepotin malah.

Arum setyaningrum
. Halah gak apa apa.

Bastian
. Nanti saya cek Emailnya yah Bu.

Arum setyaningrum
. Saya lanjutkan kerja sebentar yah Nak, kalau sudah selesai bisa dilanjut lagi.

Bastian
. Oh iya Bu selamat bekerja, maaf sudah mengganggu waktunya.

[/CENTER]

Segera kuletakan Hpku diatas meja, lalu kukeluarkan Laptopku dari dalam Tas dan langsung menyalakanya. Setelahnya kusambungkan ke koneksi internet lalu kubuka akun Email ku. Yup Seperti biasa banyak file file sampah yang masuk dan mengganggu dan. Ahaaaa. Kubuka sebuah Email dari alamat [emailprotected]
/* */. Wait tunggu, Bua arum mengirimnya menggunakan email resmi Instansi. Gila ni orang dalam benakku. Lalu segera ku Download file dengan extensi Zip. Lalu segera kuextrak isinya dan.

Setelah proses Ekstrak selesai kuklik pada sebuah Folder dan wala, ratusan Foto ada didalamnya dan semua menampilkan beragam adegan sex antara Bu Arum, Bang Robert dan Tante Elin. Beberapa ada sudah kulihat di Hp bu Arum ketika masih dijogja kemarin. Tetapi foto yang belum aku lihat. Oh tuhan itu sangat luar biasa. Foto foto itu memperlihatkan secarai detail proses permainan yang mereka lakukan waktu itu.

Kulihat Tubuh gendut Tante Elin mulai diikat oleh para pengawal Bang Robert. Tubuhnya semakin dibentangkan. Lalu kulihat juga ditindas, dicambuk menggunakan cemeti kecil Bahkan dikencingi oleh Bang Robert dan Juga Bu Arum. Oh My God. Bu Arum ternyata benar benar ekstrem. Sesekali bulu kudukku merinding ketika melihat ekspresi kesakitan dari Tante Erlin. Sejenak aku kasihan dengan Tante Erlin, namun setiap kesakitan yang kulihat membuat penisku semakin bereaksi..

Ohh tidak, bisa gawat ini. Kuremas sendiri penisku sembari terus kugeser untuk melihat foto yang lain. Yah setidaknya lumayan ada sedikit hiburan pada hari pertamaku di rumah.

“Hhhh”
“Ohhh bu Arum Bu Arum, ternyata tidak hanya seponganmu saja yang dahsat, permainanmu juga sangat luar biasa” gumamku sembari terus menatap layar lapptop

Kugoyangkan terus kontolku dari balik celanaku. Terus kukocok sendiri hingga aku sadari. Tak apa lah hari ini aku onani saja yang penting bisa sedikit disalurkan. Oke sedikit lagi, semakin keras keugerakan tanganku di kontol sendiri, ahhhh dann ouuchhh..m

“KaaaaK Baaaastiaaan……”Suara seorang perempuan mengagetkanku tiba tiba.

“Ehhhhhh”

Sangat kaget aku dibuatnya, segera aku close gambar yang kulihat dan kulepas tanganku dari atas penisku. Sial kaget sekali aku. Rupanya itu suara Melly anak Mba Melanie yang pertama. Aku lupa aku tadi tidak menutup pintu karena yakin dirumah tidak ada orang karena mama sedang mengantar Mba Melanie.

“Haiiii kaaaa”kata dia menyapaku

“Heeeii, Melly, kirain siapaaa” Jawabku kaget.

“Lagi ngapain kaak?” Tanya dia

“Lagiii…. Main game ajaa di laptop” jawabku, dan semoga dia tidak sempat melihat apa yang tadi kulihat.

“Ohhh…, si Bryan mana kak?”

“Itu lagi tidur, tadi habis makan langsung tidur dia kecapeean.” Kataku sambil bangkit dari kursi.

“Kak Bas kapan pulang, semalam yah?” Tanya dia tidak begitu penting.

“Iyaa semalam.”
“Looh kokk Melly sekarang agak beda yaaah?”

“Beda apanya kak, dari dulu perasaan sama deh”

“Ahhhh, sekarang kamu lebih tinggian apa yah?” Kataku melihat sedikit perbedaan dari si Melly

“Ohh iya dong, niih sekarang sama Kak Bas aja lebih Tinggi Melly kaan hehehehe”

“Hehehe, Iya yaa” Sial ni anak malah ngeledek aku.

“Eh mama udah pulang tuhh, ni Melly kesini suruh jemput Bryan, tapi kalau dia masih tidur yah biarin.”

“Ohhh udah pada pulang yaah.”

Untung tadi yang masuk bukan mama. Kalu gak bisa gawat nantii.

“Yah udah Melly balik lagi kalau gitu yaah, dah Kak Bas.”

Akhirnya dia pergi juga. Sial gara gara dia, onaniku jadi gagal. Moodku tiba tiba berantakan. Dasar Melly Melly, dari dulu gak berubah masuk kamarku gak pernah ketuk pintu, setidaknya bilang permisi kek.

Melly adalah anak pertama dari Mas Hendrik dan Mba Melanie. Dia masih dibangku smp. Tapi bila dilihat dari postur tubuhnya yang tinggi, orang pasti tidak akan mengira kalau dia masih anak SMP. Barusan saja sebenarnya aku agak sedikit pangling melihatnya. Terakhir ketemu, dia masih kecil. Tapi sekarang tingginya bahkan melebihiku. Yah wajar saja ayahnya, Mas Hendrik juga memiliki postur tubuh yang besar.

Wajah siMelly sedikit oriental. Karena Ibunya campuran Tionghoa dan ayahnya campuran Jerman. Yah sepantasnya diusianya yang masih belia dia sudah sedikit matang. Sedikit kesal karena dikagetkan oleh kehadiran Melly aku turun dari kamarku. Aku menuju Dapur dan kuambil minuman dingin dikulkas. Lalu kubawa minuman itu keruang keluarga kunyalakan TV dan kurebahkan tubuhku diatas Sofa.

“Ahhh, jadi lemes nih gara gara tadi” kataku dalam hati.

“Ehhh Kok cepet mah?” Tanyaku pada mama yang berjalan melewatiku.

“Iya tadi pasienya ternyata nda banyak, jadi yah bisa cepat. Kamu sudah makan?”

“Udah Mahh…”

“Yah udah mamah kekamar dulu yah kepengen rebahan”

Mamapun masuk kekamarnya dan aku kembali menonton TV. Setengah Jam aku menonton Tv dan sudah tidak ada lagi acaranya yang menarik. Ngapain lagi yah.

“Kakkk Bastiaaan.”

Ahhh sial suara anak itu lagi, mau ngapain lagi sih tu Si Melly.

“Kaaak, mau ikut Jogging gak?

“Jogiiing dimana? Sama siapa”

“Keliling komplek aja kak, sekarang kan di ujung udah ada jogging track”

“Ohhh yaa, yah udah kakak ikut deh, kamu tunggu diluar yah, kakak siap siap dulu”

Akhirnya ada kegiatan yang sedikit bermanfaat. Tak apalah sudah lama juga aku sudah tidak olahraga. Lumayan peregangan otot dari kegiatanku seminggu kemarin. Aku segera mengganti pakaianku dengan pakaian olahraga. Lalu kucari sepatu lari lamaku. Setelah memakai semuanya segera kumenuju kedepan untuk menemui si Melly yang tadi mengajaku. Ketika sampai didepan rupanya Melly sudah menunggu bersama 3 orang temannya, mungkin teman sekolahnya. Melly terus menyorakiku agar segera berlalari. Tapi kuhampiri dulu Mba Mellan yang berdiri diteras rumahnya.

Gimana tadi mba pemeriksaanya tanyaku

Ya, puji tuhan Normal Bas, yah paling seperti biasa harus istirahat dan sedikit terapi. Eh Bryan mana Bas? Tanya dia

Dikamar aku Mba, tidur nyenyak banget

Oh yaudah biar nanti mba yang bangunkan saja

Ya dah kalau gitu aku lari dulu yah mba, ni si Mellynya bawel niihhh Seruku sambil bersiap diri untuk lari

Iyaaaa Jawab Mba Melanie sambil sedikit tertawa.

Kuhampiri Melly dan kawan kawannya. Dua orang cow dan satu cewe. Hmmm kayaknya aku paham nih situasi ini. Mellypun memperkenalkan temanya itu padaku. Sial rupanya anak jaman sekarang pertumbuhannya sangat cepat. Aku jadi sedikit terbanting.

Kak kenalin nih temen temenku

Haaaiii Kak, salam kenal kata mereka bertiga menyapaku

Dah siap kak?

Siap dong, mau lomba apa? tantangku

Hmmm memang kuat? Tanya Melly meragukan

Jangankan sama kamu, sama kalian semua Kakak berani, paling nanti kalian ketinggalan jauh dibelakang kaka.

okee siapa takut. Ayoo guys kita kalahin kak Bastiaan

Ayooooooo

Author: 

Related Posts