Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 4

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 4by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 4Berbagi Suami Bule – Part 4 Rutinitas Baru Di Kota Gudeg Siang itu di Kampus Untung saja aku tidak telat mengikuti kuis mata kuliah ini. Kalau tidak aku tidak bisa mengikuti Ujian Semester, Gumamku dalam Hati. Dari dalam kelas aku beranjak ke kantin untuk beristirahat dan berbincang dengan teman temanku satu kelas. Kami berbincang cukup […]

multixnxx-Greendragon's hot pics II -12 multixnxx-Greendragon's hot pics II -13 multixnxx-Hot amateur fingers her juicy pussy until -11Berbagi Suami Bule – Part 4

Rutinitas Baru Di Kota Gudeg

Siang itu di Kampus

Untung saja aku tidak telat mengikuti kuis mata kuliah ini. Kalau tidak aku tidak bisa mengikuti Ujian Semester, Gumamku dalam Hati.

Dari dalam kelas aku beranjak ke kantin untuk beristirahat dan berbincang dengan teman temanku satu kelas. Kami berbincang cukup lama, tetapi aku tetap tidak bisa fokus. Pikiranku melayang layang, masih teringat akan kejadian indah tadi malam. Mataku memperhatikan setip perkataan teman2ku, tetapi pikiranku entah kemana.

“Heeei, ngopo koe, tak delo wet mau koe nglamun ae, ngopo toh dab?” Tanya salah seorang temanku
“Haaaaah, apaan, gak kenape2 kok aku. Bikin Kaget ajaa” jawabku kaget.
“Halah yo wes mlaku2 aja yuk ke malioboro, dah lama kan gak kesana” tanya temanku yang lain.
“Hoooh yuuuh dari pada koe benggoong ae, koyo mikiri bojo ae” jawab temnku mengajak.
“Yaaa udah yukkk, lagi gak ada kerjaan juga aku.”

Akhirnya kami berenam memutuskan Jalan jalan di Malioboro. Aku membonceng motor temanku karna aku belum memiliki kendaraan.Sungguh indah pemandangan Kota Jogja sore itu, lantunan nada indah dari musisi jalanan, pertunjukan terater sepanjak sudut kota, senyuman ramah dari kusir andong dan seringai khas dari Bule bule yang berlalu lalang. Semua itu menjadi pemandangan utama dikota jogja. Sejauh mata memandang, kita dapat melihat keberagaman budaya yang menyatu.

Cukup lama kami berjalan jalan di Malioboro, berlanjut kealun2 dan berakhir di 0 KM untuk menanti senja. Tawa dan canda melengkapi keindahan sore ini. Salah seorang temanku asik menggoda bule yang lewat, yang lain asik berusaha mendekati wanita yang mereka anggap Kimcil. Aku hanya duduk termangu menatap gedung BNI 46 yang gagah perkasa. Kembali kejadian semalam menyita pikiranku.

Rambut ikal bergelombang, bibir tipis yang menawan, serta tubuh indah bak seorang pragawati. Yah hanya wajah tante ocha yang sedari tadi memenuhi pikiranku. Kecantikanya, suaranya tak dapat aku hilangkan dari benak ini. Bahkan suara desahanya semalam masih berdenging di telingaku. Ada apa dengan diriku.

Memang benar, Tante ocha adalah wanita pertama yang pernah aku sentuh, wanita pertama yang memberikanku ciuman pertama, Wanita pertama yang pernah aku lihat keindahan tubuhnya, dan wanita pertama yang pernah bersetubuh denganku. Memang dialah yang pertama yang mengubah cerita kehidupanku. Tetapi kenapa aku terus memikirkanya. Apa aku jatuh cinta, atau apakah aku salah melakukan hal semalam dengan wanita yang lebih pantas aku sebut Ibu?

“Woi bocah ko nglamun ae, nglamun opo toh” Suara temanku mengaggetkanku.
“Apan sih enggak kok, aku cuma kurang tidur” jawabku menutupi.
“Ohhh yo wess moleh aja yuk, aku yo kesel banget ki” jawab temanku.

Akhirnya kami pulang dari 0 Km, Temanku mengantarku kekosn. Dia cukup terpana dengan kosnku, katanya mewah sekali tempat kosku. Aku hanya menjawab singkat meng iyakan. Aku masuk kedalam seusai temanku meninggalkan halaman kosnku. Sore itu cukup ramai diruang kumpul. Semua penghuni sedang asik berbincang. Aku menghampiri mereka untuk menyapa lalu aku masuk kekamarku untuk membersihkan diri.

Seusai mandi aku kembali keruang tengah, ternyata hanya hanya ada mas Anji diruang itu yang sedang asik menyaksikan siaran televisi. Aku menghampirinya untuk ikut menonton.

“Pie kamu wes ngerasain kan” Tanya mas anji
“Ngerasain apaan sih mas?” Jawabku binggung.
“Lahh semalam kamu sama tante ocha ngapain hayoo.” Mas anji menyelidik.
“Lohh kok mas anji tahu” jawabku sedikit malu.
“Yo habis semalem aku kekamar kamu eh kamu gak ada, malah dari kamar tante ocha kedengeran suara desahan. Ya aku tahu itu pasti kamu” balas Mas anji sambil senyum

“Aduhh aku jadi malu mas, hehehehe” jawabku agak malu.
“Wess sante ae, bukan cuma kamu aja kok yang pernah sama tante ocha, hehehe”
“Memang siapa aja mas” Tanyaku
“Kalau dulu sebagian penghuni cowo, yo pernah kentu sama tante ocha. Kalau yang sekarang yah tinggal aku sama kamu, oh iya sama masrrisa juga, kamu sudah tahu kan kalau tante ocha itu juga lesbian.” Terang mas Anji.

“Iya mas, tante sudah cerita kok

Kami berduapun terus bercerita tentang tante ocha. Mas anji bahkan bertanya tentang permainanku semalam. Tidak hanya itu dia juga bercerita tentang pengalamanya ketika berhubungan sex dengan tante ocha. Mas anji satu2nya penghuni yang paling sering dimintai untuk menemani tante ocha. Entah apa alasanya mungkin karena dia cukup ganteng. Tetapi kini mas anji sudah tidak pernah lagi melakukan hubungan seksual dengan tante ocha, karena dia sekarang sudah memiliki tunangan dan meminta maaf ke tante ocha akan hal itu. Tante ocha menerima keputusan itu hingga dia mencari brondong diluar sana. Penguni2 yang pernah berhubngan sex dengan tante ocha memang cukup banyak, tetapi sebagian sudah pindah.

Tak sadar kami sudah mengobrol cukup lama dan tak terasa sudah malam. Mas anji mentraktirku makan diluar dan aku mengiyakan. Usai makan aku memutuskan untuk tidur karena badanku cukup lelah.

Dua minggu kemudian

Siang ini jogja cukup panas, aku pulang dari kampus dengan peluh yang bercucuran. Kosn seperti biasa, selalu sepi ketika siang hari. Aku masuk kekamarku, kubuka kemeja kotaku dan aku nyalakan keran shower dan membasahi tubuhku. Wahhh segar rasanya. Kalau badan sudah segar bigini mau ngapain aja rasanya enak.

Aku keluar kamar untuk menyaksikan acara televisi favoritku. Aku duduk di sofa dan menyalakan televisi. Tak berapa lama aku menonton hidungku terusik dengan wangi yang sudah khas. Wangi yang selalu aku dambakan. Dan benar itu tante ocha. Tante ocha menuruni tangga, beliau mengenakan baju yang sangat rapih.

“Lagi santai tian” Suara tante menggagetkanku.
“Iya nih tan, tante baru pulang kerja?” Tanyaku.
“Iyo tante baru pulang, tadi habis belanja juga di pasar” jawab tante.
“Belanja apa tante kalau boleh tahu”
“Ini sayur2an ” jawab tante sambil menunjukan kantong belanjaanya.
“Yah sudah lanjutin aja nonton tvnya, tanteeee naaaik duluuu yahh” imbuh tante dengan nada bicara yang sedikit menggoda.

Tante meninggalkanku, dan aku sempat memperhatikan bokongnya ketika menaiki tangga yang membuatku sedikit panas dingin. Terlihat sekali tante tidak mengenakan celana dalam di balik baju gamisnya. Melihat itu sontak membuat juniorku sedikit bergerak2.

Seketika aku sedikit gugup. Tiba tiba otaku dipenuhi pikiran kotor, ingin sekali aku meremas bongkahan itu, tetapi bagaimana. Walau aku sudah pernah menyentuhnya aku tetap saja masih merasa malu untuk mengungkapkanya ke tante. Hingga aku memberanikan diri, aku bulatkan tekadku.

Aku matikan telvisi dan naik keruangan tante, diam diam aku menyusuri rumah tante. Kuikuti wangi parfum dari tubuh tante hingga aku menemukan tante berada di dapurnya. Tante sedang berada didepan kulkas, terlihat beliau sedang sedikit membungkuk untuk memasukan belanjaanya kedalam kulkas. Terlihat bokongnya semakin mebulat indah. Perlahan aku mendekat, perlahan lahan agar tante tidak menyadari kehadiranku.

Ketika berada dibelakang bokong tante, aku peluk pinggulnya.tante sedikit kaget

“Awww, hmmmm tiiiian, bikin kaget saja kirain siapa” tante terkaget akan tindakanku.
“Maaaf tante habis tian kangen” jawabku sambil tersenyum
“Kangen opo, masa setiap hari ketemu masih kangen toh” jawab tante sambil menoleh kebelakang.
“Kangen seperti waktu ituuu tantee” jawabku sedikit malu malu.
“Oalahhh, yo kenapa kamu gak bilang aja sih ke tante” sambil membalikan badanya.
“Habis tian kan canggung, masa bilang ketante kalau tian kepengen seperti waktu itu,”
“Hmmmm tian tiaan masih aja yah kamu, polosnya gak berubah2” ledek tante.
Kamipun tiba2 saling menatap dan suasana menjadi hening.

“Kamu sudah mulai nakal yah sekarang,” Kata tante dengan muka genitnya.
“Kan yang ngajarin tantee, gimana sih” jawabku sambil meremas bokongnya dengan tangan kananku.
“Awwwwww, naaakaal” sahut tante protes.

Kucoba menggulung rok panjangnya keatas hingga sebatas pinggang. Kuremas lagi bongkahan indah dengan kedua tanganku.”Ahhh tian udah gak sabaran yah, tante buka baju dulu donk sayanga”

“Gak usah dibuka tante, justru tian lebih bernafsu lihat Tante kalau pakai baju kaya gini” jawabku sambil berbisik ditelinga tante yang masih tertutup jilbab.

“Ahhhh kamu tian, ada ada saja deeeh” balas tante dengan nada suara genit yang membuatku makin bergairah. Kucoba menciumi leher tante dan tante meraih wajahku dan ciumanpun terjadi. Kami beradu lidah, saling menghisap dan menggigit lidah dan bibir satu sama lain.

Slruuuuppp muachhhh achhhhh muachhhhhh lleeeeelll leeeel

AaaHhh aaaaaahhhh ahhhhhh aaaahhhhh

Kami terus memainkan lidah kami. Tanganku makin liar bergerilya di bokongnya, kuremas dan sedikit kugesek jariku dilubang anusnya. Tante tidak tinggal diam, tante bersusaha meraih batang kejantananku, dimasukannya tanganya kedalam celana Jeansku. Tante sedikit mengocoknya dari dalam sebelum dia menanggalkan celanaku. Kini aku sudah setengah bugil, celana dan CDku sudah terlepas.

Tante mengocok kontol juniorku dengan sangat lembut. Kubalas kocokan tante dengan mengelus2 jembut tebalnya, sesekali telunjuku bermain dengan biji kacannya. Tante bergelinjang dengan perlakuanku membuatnya semakin buas melahap mulutku. Disedotnya makin dalam lidahku hingga rasanya mau copot. Tante mengeluarkan banyak liur didalammulutku hingga membuat ciuman kami semakin basah.

Sshhhhhhh slreeeepppp cccleeepppppp leeeeehhhjjjjj

Tante melepas ciuamnnya dan beralih menjilati leherku, sangat geli ketika tante melakukan itu. Tetapi tante tidak mengindahkan rasa geliku dia terus menjilatinya semakin turun, tante menggulung sedikit kaos yang aku kenakan untuk mennjilati putingku. Aahhhhh tanteee geeliiii” Kataku.

Tante ocha mulai berjongkok. Tanganya masih tetap mengelus2 Kontolku yang sudah tegang sempurna. Tante menatapku dengan senyum manisnya. Oh sungguh suatu keindahan yang tiada tara. Senyum manis itulah yang selalu mengganggu pikiranku.

Tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Tante perlahan menjulurkan lidahnya, meulai dijilatinya ujung penisku dengan sangat lembut. Oh sungguh hangat sentuhan lidah itu. Mataku mulai terpejam.

Leeel leeell leeeeeeeeel.

Dengan konstan tante terus menjilati penisku dengan sangat lembut, lalu perlahan dia memasukan sebagian batangku kedalam mulutnya. Tante hisap dengan sangat perlahan sembari lidahnya terus bermain dengan lubang kencingku. Berbeda seperti pertama kali Tante ocha menghisap kemaluanku yang cukup kasar dan beringas. Kali ini Tante memperlakukan penisku dengan sangat hati hati perlahan demi Perlahan. Entah apa maksud Tante ocha.

Tak tahu lah, yang penting aku terus menikmati setiap perlakuan tante ocha dibawah sana. Sesekali Tante hanya diam saja hanya lidahnya didalam mulut yang bermain dengan batang Penisku. Tante menatapku dengan batang penisku terdiam dimulutnya. Caranya memandang seperti itu membuatku makin bergairah. Badanku mulai berkeringat.

Tante Kembali perlahan memaju mundurkan kepalanya yang masih tertutup Hijb itu. Aku melihat semua perlakuanya. Sungguh diluar dugaanku sejak awal. Kupikir ketika mengenal Tante Ocha, beliau adalah seseorang yang agamis bila terlihat dari penampilanya. Tetapi kini asumsiku terbantah. Dibawah sana Tante tak lebih seperti Perempuan binal yang haus akan birahi.

Melihat kecantikan dan wajah sendu Tante ocha membuatku memberanikan diri memegang wajahnya. Kupegang Wajahnya dengan dua telapak tanganku. Tante kembali memandangku tajam. Tatapan mata tante membuatku tersihir dan makin membuatku melayang. Dan tanpa aku sadari pantatku mulai bergerak maju lalu perlahan kumundurkan. Tante membiarkan tindakanku seolah dia menyetujuinya. Aku terus memegangi kepalanya dan terus menyodkan penisku didalam mulutnya. Lama kelamaan gerakanku semakin cepat dan sedikit membuat tante Ocha tersedak

ohhhoooohhhkkkk oohhoooook ohoooook

aahhhhh aahhhhh aahhhhhh

Desahanku mulai keluar karena tante juga ikut menyedot batangku dengan sekuat tenaga. Wajah tante ocha terlihat bermandikan peluh yang sebagian menetes di batangku. Ahhh Sungguh nikmat rasanya saat ujung penisku sedikit menyentuh tenggorokan Tante Ocha. Untung pensiku tidak terlalu panjang dan besar jadi tante ocha tidak tersedak seperti yang biasa tonton di film2 Barat. Aku lanjutkan aksiku, kuperepat dan kadang aku perlambat dan sekarang aku mengerti kenapa tadi mengulum penisku dengan sangat lembut.

Kurang lebih 10 menit aku menyodok bibir tipis Janda cantik ini hingga terasa akan ada yang keuar dari penisku. Aku memberi Isyarat kepada tante bahwa aku akan Orgasme. Aku justru menambah kecepatan gerakanku, aku bahkan menyentak2 pinggulku yang membuat kepala tante ocha terdongak kebelakang berkali kali. dan Ketika hentakan terakhir Spermaku keluar dengan kencangnya

Croooooot crooot crooooooot

Ahhhhhhhhhhhhhh

Spermaku keluar dan langsung masuk kedalam tenggorokan tante ocha, Kepalanya makin kucengkram erat agar tante menerima seluruh maniku Ahhhhhh Ternyata tidak kalah enak ketika aku mengeluarkanya didalam vagina. Ahhhhhh tubuhku mengejang, kulepas peganganku di kepala tante ocha yang membuat tante tersungkur kearah kulkas dibelakangnya. Tante menatap wajahku yang sedang menikmati orgasme, Terlihat dari wajah tante ocha rasa tidak percaya dan kaget akan perlakuanku, Serang anak yang beberapa minggu lalu sangat polos dan belum mengerti sama sekali entang sex, sekarang berubah seperti seseorang yang sudah maniak akan sex. Aku jongkok dan menghampiri tante. Aku memberi senyum kepadanya seraya tanganku membelai pipi mulusnya.

“Maafin tian yah tante, tadi tian kasar yahh” Ujarku meminta maaf
” Gak juga kok, Tante cuma sedikit kaget ae tian bisa ngelakuin hal kaya begitu.” Jawab tante sambil membalas membelai rambutku.

“Tapi kamu puas nda ngelakuin kaya tadi ketante?”
“hhmmmm, tian puas sekali tante, tadi gak kalah enak sama ngeluarin di memek tante” jawabku tersenyum
” Kalau Tian udah puas, sekarang giliran tante yah yang dipuasin sama kamu” balas tante memohon
” Siap tante, Tian akan bikin tante sangat puas” jawabku sambil memegang penisku. Kucoba menegakkan lagi penisku yang sudah lemas tapi entah kenapa penisku tidak kunjung mengeras, hanya sedikit membesar tetapi masih terasa lemas. Tente Oche membantu dengan mengelus elus penisku.

“lohhh kok kontolmu gak ngaceng2 tohh” protes tante
“Gak tahu tantee, apa mungkin gara2 tadi tian habis onani” jawabku
“Kmau tadi habis ngclik toh” tanya tante kembal
“Iya tante tadi waktu mandi, tian keluar dua kali” jawabku sambil mesam mesem
“oaalaahhh pantes udah lemess, kamu sih pake ngiclik segalaa. udah pokoe mulai sekarang kamu jangan kebanyakan ngiclik yah, kalau kamu kepengen langsung bilang ketante aja” Jelas tante
“iya tante, tapi Tian jadi gak bisa muasin tante donk” tanyaku

Tante membuka kulkas

“Ini pake ini saja,”
Tante memberikanku sebuah timun
“apa gak sakit itunya tante nanti”

“halaaah tante wes biasa leeeh, apa kamu mau pake terong atau apa terserah kamu lah leeh” jawab tante tersenyum
“tapi tante bleh buka baju yaah, gerah ini tante keringetan”

“iya gak apa apa, hmmmm tapi jilbabnya gak usah yaah tante, hehehehehe”
“dasar kamu loh ono ono ae, cah cah” jawab tante sambil membuka baju gamisnya.

______________________________________

Tante membiarkan pintu kulkas tetap terbuka, lalu dia bersender dilenganku. Perlahan kuremas payudaranya, kupilin sambil kucium rambutnya yang masih tertutup jilbab. Wangi sekali kepala tante ocha, membuatku semakin bernafsu meremas payudaranya. Terus kuremas hingga dia kembali merintih.

“Ahhhhhhh ahhhhhhh ahhhhhhhh”

Kukecup bibirnya agar desahanya tidak semakin meluas. Slruuup kumainkan lidahku sambil tanganku tetap menggerayangi tubuh mulusnya. Kini jemariku mulai memainkan klentit tante ocha, perlahan ku sentuh dan kadang aku cubit sedikit.

“Aahhhh wessss leeh tante wes rak kuat. Aaaaaahhhh” pinta tante mendesah.

Kuambil teung ungu berukuran besar, bentuknya melengkung dengan ujungnya membesar.

“Tante yakin ini gak apa2” Tanyaku ragu.

“Iya gak apa apa jal dimasukin ajaa. Sambil nunggu Dedenya kamu berdiri lagi. Ahhhh” jawab tante sambil mengelus elus kontolku yang belum mengeras sempurna.

Aku arahkan ujung terong ungu itu ke bibir memek tante ocha yang bergelambil. Gugesek gesekan perlahan sambil sedikit menekan. Tanta memeluku erat ketika aku melakukan itu. Tubuhnya sedikit bergetar dan mulutnya tak henti hentinya meracau. Kucoba menekan torong itu masuk kedalam liang memek tante ocha. Tidak susah memang memasukanya menginggat bibir memek tante yang memang lebar.

Kukocok terong ini yang hampir sepenuhnya masuk, kukocok perlahan dengan sedikit memutar.

“Cloookkk cccllooook clooookk”

Terus kukocok makin kencang dan kencang tante hanya meracau dan kedua matanya merem melek. Aahhhhhhh
Ahhhhhhhhhh
Aahhhhhhhh

Memeknya semakin benyak mengeluarkan lendir hingga membasahi tanganku. Tanganku yang lain mulain memainkan payudaranya, kuremas cukup keras dan sedikit kutarik tarik. Untuk menahan suara desahan tante ocha kembali aku cium bibirnya. Tante melepas ciuamanku karena dia terus mendesah dan kini dia melepas pelukanya dan badanya terjatuh kelantai.

Semakin kukocok terong dimemeknya pantatnya semakin naik keatas. Kuliat lubang anusnya mulai kembang kempis. Tante pernah belang kepadaku kalau lubang anusnya sering dianal sehingga bentuknya menjadi demikian. Hal itu membuatku penasaran. Lalu kumasukan terung dan kubiarkan didalam memeknyanya. Kuambil beberapa buah wortel didalam kulkas dengan berbagai ukuran. Kubelai lubang anus tante ocha dan kurasakan cukup lengket oleh lendir dari memek tante ocha sendiri.

Perlahan kumasukan ujung jariku kedalam lubang anusnya yang terus kembang kempis. Terasa hangat didalam sana. Setelah cukup licin dan agak membuka kuberanikan diri memasukannya dengan wortel berukuran sedang. Tante nampak tidak sadar akan perlakuanku. Matanya hanya terpejam dan mulutnya menganga.

“Hmmmmmmm.”

Aku hanya penasaran saja karena aku pernah melihat ini didalam film.
Ujung Wortel yang runcing itu kumasukan kedalam pintu tinja yang mulai sedikit terbuka. Perlahan kudorong hingga stengah bagian sudah masuk kedalam. Aku tidak mengocoknya karena aku takut akan membuatnya patah dan tertinggal didalam.

Kembali aku bermain dengan terong ungu di memek tante. Kembali kukocok dengan kecepatan penuh. Terus kukocok sambil tangan kiriku meremas dan melintir payudara tante ocha yang berbaring di lantai.

“Aahhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhh ahhhhhhhh ahhhhhhh”

Aaahhhh ” eenaakkk sekali, kamu pintarr sayang aaahhh aahhhh ”
Ahhh teruss tiaan tante hampir keluarr..

Cloook cclooooookkk cloooook ccllooooookk

Kocokanku semakin kupercepat dan tangan kiriku beralin menggesek gesek itil tante ocha, tidak lama tante mengerang panjang.

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh”

Pantat tante meregang naik turung. Aku hentikan kocokanku dan mencabut terong ungu itu. Lalu kukibas memek tante yang sedang mengalami orgasme, cairanya cukup banyak yang keluar hingga membasahi telapak tanganku.

“Haaaaaah haaaaaa uhhhhhh aaahhhhhhh”

Napas tante mulai memburu, kuberikan segelas air dingin untuk menenangkanya. Kemudian aku kembali memintanya berbaring di lantai. Lalu kucabut wortel yang ada di pantatnya. Kuambil lagi wortel yang lain dan kumasukan kedalam memeknya. Karena terlihat masih ada celah kucoba memasukan wortel lain hingga 6 wortel berhasil masuk kedalam memek tante ocha. Ternyata sungguh lebar memek tante ocha ini hingga enam buah wortel bisa masuk sekaligus.

Kontolku sudah mulai menengang. Aku memintanya mengulumnya. Tante mengulum dan menyedot kontolku yang sudah tegang kembali. Sengaja tidak lama tante mengulum kontolku. Karena aku penasaran akan rasanya anal itu. Aku meminta tante untuk berdiri dan bersandar di meja.

Tante berpegangan dengan meja betol disebelah kompor. Wortel didalam memeknya masih menancap. Aku berlutut didepan pantatnya. Kubelai dan kuremas bongkahan bokong putih yang mulai keriput. Kumasukan dengan kedua telunjuku untuk sedikit membuka lubangnya.

SlruUuuuup

Kujilat lubang anus itu dengan lidah, kukecup dan kusedot hingga lubang itu menjadi basah. Aku sudah kesetanan. Aku sudah lupa siapa diriku. Aku bak tak sadarkan diri. Jiwaku sudah sepenuhnya terpengaruhi oleh nafsu birahi.

“Ahhhhhhhh”
Aaaahhh kamu nakaaal tiiaaaaan.

Kamu hebaaaaaat.

Ahhhhhhhh.

“Mulai sekarang tante akan putusin semua berondong brondong tante, sekarang tante cuma mau sama kamu kamuuuu”
Aahhhhhh aaahhhhhhhh…..

Kujilati terus lubang bergerut itu, lidahku sudah semakin masuk kedalam. Aku sudah tak peduli akan bau tak sedap dari dalam situ. Yang kurasakan hanyalah aliran kenikmatan disekujur tubuhku.

Kusudahi permainan lidahku di lubang anus tante beranak dua ini. Aku berdiri dan mengarahkan ujung kontolku di depan lubang anus tante. Perlahan kumasukan, memang agak sedikit kesat karena secara alami lubang anus memang tidak mengeluarkan cairan pelumas.

Kucoba terus hingga kontolku kini sudah masuk sepenuhnya. Kurasakan sesnsai demi sensasi yang sangat berbeda dengan vagina tante ocha. Jauh lebih kesat, apa mungkin karena memek tante ocha sudah begitu lebar. Aku tidak peduli.

Aku pegang kedua payudara tante ocha dan kuremas. Kucoba mendorong pantatku dan mengocok kontolku dianusnya. Kudorong terus sambil tanganku makin meremas payudara tante .

Ohhhhhh

“Taaaaaaann enaaaaaak tannn” erangku

“Uhhhhh ahhhh” tante hanya mendesah.

“Ohhhhhh pantat tantee enak banget bisa njepit jugaaa. ” Aaahhhh aku mulai berteriak.

Kudorong terus lubang pantat yang ditumbuhi bulu bulu halus disekitarnya.

Slooogkkkk sloook

Ahhhhhhhh aahhhhhhhh ahhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhh

Uhhhhh aaaahhh uiiiiihhhhh

Wwuuuuhhh

Kami berdua saling mendesah tak mau kalah. 20 menit aku menyodok nyodok pantat tante ocha hingga merasakan sesuatu akan keluar.

“Tante tian mau keluar nihhhh, mau dikeluarin dimana”
Aahhhhhh aahhhhhhhhhhh

“Terserah tiaaan aaajjjjaaaaaaa aaahhhh”

Crooooot crooooot crooooot

Aahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Akhirnya aku mengeluarkan spermaku didalam pantat tante. Kudiamkan sejenak kontolku didalamnya. Pantat tante terasa ikut berdenyut mengiringi denyutan kontolku. Kucabut kontolku dan mengalirlah cairan putih dari lubang anus tante yang terlihat sangat besar dan sedikit memerah.

“Ahhhhhh kamu hebaaaaaat heebaaaaaat” kata tante memujiku.

Aku raih badanya dan memeluknya dari belakang, kukecup leher tante ocha, jilbabnya terasa basah oleh peluh yang keluar deras akibat permainan kamu.

“Makasih tante” jawabku.
“Tapi kamu nakal ihhh mosok tempik tante mbok masukin wortel segitu banyak. Tempeeek tante sampek pegel ini.” tante cemberut menghadapku.

“Hehehe habis tian penasaran sih, lagian memek tante juga lebar banget hehehe
Tante hanya senyum
“Tani kamu suka kan..” Tanya tante manja.
“Hmmm suka buaanget tante,” jawabku semangat.

Kamipun saling berciuman lagi sambil terus ku peluk dari belakang. Kubantu tante mencabut semua wortel didalam memeknya. Kemudian kuremas kukocok lagi memek tante dengan jari jariku.

“Tante sekali lagi yaaaah” bisiku di telinga tante”
“Kamu masih belum puas pooo” tanye tante
“Padahal tante dah keluar 6 kali lohhhhh”
Aku hanya meenggelengkan kepala.menjawab reaksiku tante menaikan kaki kananya diatas meja dapur. Tante memegang kontolku yang masih mengeras dan didarahkan kememeknya.

“Hmmmmm kok longgar sih tante memeknya sekarang ” candaku.
“Ihhhhhhh gitu yaaa” protes tante
“Heeee ngeek kokkk”
Ahhhh kupacu lagi memek tante dengan sisa sisa tenagaku.

Kusodok tante dengan berbagai posisi yang tante bimbing. Hnaya sepuluh menit aku bertahan hungga aku orgasme untuk ketiga kalinya disore itu. Sore ini aku dikalahkan oleh tante aku empat dan tante 7. Bahkan sekali lagi kami lakukan ketika mandi bersama walau sudah tdiak ada mani lagi yang aku keluarkan.

_______________________

Sejak saat itu kami makin sering melakukan hubungan sexual, bahkan dapat di hitung satu minggu kita melakukan 5 kali. Terkadang di kamar tante, didapur diruang tamu tante dan bahkan didalam kamarku. Tantepun menepati janjinya untuk meninggalkan simpanan brondongnya dan hanya berhubungan sex hanya denganku.

Sekarang aku memiliki rutinitas baru di Jogjakarta selain kuliah. Yaitu memuaskan nafsu biarahi Janda cantik pemilik tempat tinggalku.

Closing For Chapter I

Tidak terasa sudah setahun aku berada di kota Jogjakarta untuk menimba Ilmu dibangku perkuliahan. Tak terasa pula sudah setahun aku tinggal di kosn penuh cerita, Blue Heaven. Tempat tinggal yang membawa aku pada kedewasaan. Semua hal sudah pernah aku rasakan selama tinggal disini. Susah senang. Kebersamaan dan saling menghargai. Aku menemukan teman baru, keluarga baru serta pengalaman baru yang tidak akan pernah aku lupakan semumur hidup.

Menemukan seseorang wanita yang benar benar mengubah hidup. Dari anak ingusan yang tak mengerti keindahan menjadi lelaki dewasa yang penuh akan cerita. Yah selama setahun aku disini aku mengenal orang yang telah merubah hidupku 360 derajat. Iyalah Tante Ocha pemilik kos kosn sekaligus teman akrab dari ibuku sendiri. Beliaulah yang telah mengubah segalanya.

Bersamanya segalanya menjadi indah. Bersamanya aku bisa melupakan semua gundah. Bersamanya aku bisa mendapatkan kenikmatan. Selama satu tahun bersamanya hampir setiap saat kita habiskan berdua. Sentuhan dan belaian sudah menjadi keseharian kami. Tante ocha menjadi segala keindahan dalam hidupku.

Tidak akan aku lupakan selamanya.

Author: 

Related Posts